Gratis Ongkir PEKANBARU ~ Admin : 08117697700 ~ Cash On Delivery Available

Madu adalah salah satu makanan terbaik yang disediakan alam bagi manusia. Madu memiliki rasa manis yang lezat, berkarakter kental seperti sirup, dan berwarna keemasan. Sejarah mencatat bahwa manusia sudah mengonsumsi madu sebagai makanan dan obat selama 8000 tahun.

Banyak orang yang beranggapan jika madu mentah atau madu murni memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan dibandingkan madu regular atau madu biasa yang banyak dijual di swalayan-swalayan. Tapi bagaimana cara membedakan antara keduanya? Dan benarkah madu mentah lebih sehat dibandingkan madu biasa?

Mari kita lihat dulu perbedaannya. Madu mentah adalah madu yang langsung diambil dari sarangnya tanpa mengalami banyak proses sebelum dihidangkan. Peternak madu hanya akan membersihkannya dari kotoran-kotoran alami seperti lilin lebah, serbuk sari bunga, dan lebah mati yang ada di dalamnya. Mereka tidak akan memanaskannya. Secara kasat mata, madu mentah akan tampak buram atau “berawan” karena adanya elemen-elemen halus alami yang tidak tersaring. Madu mentah juga cenderung lebih beragam dalam segi warna dan teksturnya, bergantung pada jenis bunga yang dipolinasi oleh para lebah madu. Akan tetapi, tentu saja madu mentah ini tetap lezat dan aman untuk dikonsumsi.

Sementara itu, madu regular adalah madu yang mengalami beberapa proses tertentu sebelum menjadi produk kemasan yang tampak eksklusif di dalam botolnya. Madu ini mengalami proses pasteurisasi, yaitu proses pemanasan yang bertujuan untuk mensterilkan dan menambah usia penyimpanan madu. Proses ini mencegah pertumbuhan sel ragi yang dapat mempengaruhi rasa dan mutu madu. Selain itu, pasteurisasi juga menambah daya tarik penampilan madu sehingga tampak bersih, jernih, dan licin. Akan tetapi, sejumlah orang beranggapan bahwa proses pasteurisasi tersebut mengurangi jumlah antioksidan dan nutrisi yang terkandung dalam madu murni.

Sejauh ini memang belum ada penelitian skala besar yang mengonfirmasi bahwa madu mentah lebih bernutrisi dibandingkan madu biasa, tetapi beberapa studi skala kecil menyimpulkan bahwa madu mentah memiliki beberapa keuntungan ekstra bagi kesehatan. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa madu mentah mengandung berbagai kandungan yang tidak lagi dimiliki madu biasa, yaitu tepung sari dan propolis. Kedua bahan ajaib ini mengandung berbagai jenis vitamin, mineral, enzim, serta asam amino yang baik untuk kesehatan.

Sebuah studi di Amerika pada tahun 2015 melaporkan bahwa tepung sari memiliki khasiat sebagai sumber antioksidan dan berfungsi sebagai zat antiradang, antibakteri, antijamur, dan pengurang rasa sakit. Itulah sebabnya kandungan tepung sari dalam madu mentah berkontribusi dalam menyembuhkan berbagai penyakit dan membunuh bakteri. Tepung sari juga mengandung asam amino, vitamin A dan C, dan sejumlah nutrisi lain seperti kalsium dan magnesium.

Propolis adalah suatu zat lengket yang digunakan oleh lebah untuk membangun dan merekatkan struktur sarangnya. Studi lain dari tahun 2017 mengungkapkan bahwa zat yang mirip lem ini berkhasiat untuk mengurangi radang, mengandung zat antikanker dan antijamur, dan dapat mengatasi gangguan maag, bisul, dan borok. Propolis juga mengandung bermacam vitamin B, vitamin C, vitamin E, magnesium, potasium, dan berbagai enzim menguntungkan lainnya.

Proses pemanasan pada madu biasa acap kali menyebabkan hilangnya berbagai kandungan nutrisi tersebut. Bahkan jika pemanasan yang dilakukan menggunakan suhu yang terlalu tinggi, madu dapat menjadi rusak dan tidak lagi baik bagi kesehatan. Beberapa pabrik juga menambahkan gula pada produk mereka, sehingga madunya tidak lagi dapat disebut sebagai madu asli. Untuk itu, masyarakat harus lebih bijak dalam memilih produk madu biasa yang akan dibeli.

Leave a Reply